PEMBELAJARAN REMEDIAL

Pengelolaan belajar dan kondisi belajar seseorang mempengaruhi proses membangun pengetahuan di dalam struktur kognitif pebelajar. Kondisi belajar berkaitan dengan materi dan karakteristik mata pelajaran  yang dipelajari. Pengelolaan belajar dengan berbagai sumber belajar berkaitan dengan cara membangun pengetahuan.

Pembangunan pengetahuan pada struktur kognitif siswa, baik secara super-ordinat maupun secara subordinat (Peaget, 1980: 35), membentuk suatu peta konsep dengan hearachie konsep dan hubungan antar konsep secara bermakna bergantung kepada kesiapan dan kemampuan seseorang untuk membangunnya. Untuk dapat menginternalisasikan informasi baru yang dipelajari siswa sehingga dapat merepresentasikannya ke dalam suatu bangunan baru dan/atau informasi yang telah diasimilasikan dengan pengetahuan awal siswa, diperlukan alur pemrosesan informasi pada diri pebelajar tersebut.

Pemrosesan informasi dapat dimulai dari reseptor informasi dari luar siswa, kemudian masuk ke register penerimaan. Slavin (2003: 175) menyatakan tranfer informasi yang diterima pebelajar ke memori jangka pendek sering juga disebut memori kerja. Informasi yang dapat ditampung pada bagian ini jumlahnya terbatas dan dalam kurun waktu beberapa detik saja. Pada memori kerja ini terjadi operasi terhadap informasi, mengorganisasikan kedalam penyimpanan atau tidak disimpan, dan menghubungkannya dengan informasi lainnya yang relevan. Di sini diperlukan pengulangan agar dapat diberikan kode dan dibangun dalam konteks informasi yang lainnya. Informasi yang telah diberikan kode dimasukkan kedalam memori jangka panjang. Pada memori jangka panjang ini terdapat bangunan informasi dipengaruhi oleh harapan-harapan yang ada pada siswa tersebut, termasuk di dalamnya motivasinya.

Untuk memperoleh respon yang sesuai dengan keperluan siswa dari informasi yang diperoleh dalam mempelajari mata pelajaran, siswa perlu dibantu dalam membangun pengetahuan dengan memroses informasi secara lengkap, agar dapat meresponnya secara baik dan bermakna. Salah satu cara dalam membantu siswa untuk membangun pengetahuan dalam struktur kognitifnya, adalah pembelajaran remedial. Pembelajaran remedial ditujukan kepada siswa yang realatif lambat dalam mencapai kompetensi melalaui pembelajaran biasa.

Siswa yang memerlukan pembelajaran remedial biasanya relatif lambat dalam belajar atau mengalami kesulitan dalam mencapai suatu kompetensi. Hal ini dapat disebabkan kesulitan dalam memfokuskan perhatian, mengikuti pelajaran, dan menyempurnakan tugas-tugasnya yang diberikan dalam pembelajaran (Michael Woods, 2003: Microsoft® Encarta® Reference Library).

Pembelajaran remedial ini pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan kuantitas siswa dan kualitas masing-masing siswa dalam menguasai materi pelajaran. Dengan demikian, siswa yang masih merasa perlu meningkatkan ketuntasan belajarnya pada topik-topik tertentu merupakan sasaran secara umum pembelajaran remedial ini. Sehingga dapat dikatakan juga bahwa, pembelajaran remedial sebagai upaya pengayaan pemahaman siswa, bukan pembelajaran untuk anak yang tidak pintar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s