3 LANGKAH MUDAH MENULIS BUKU PENGAYAAN

Buku pengayaan di masyarakat sering dikenal dengan istilah buku bacaan atau buku kepustakaan. Buku pengayaan dimaksudkan untuk memperkaya wawasan, pengalaman, dan pengetahuan pembacanya.

Karakteristik buku pengayaan

  1. Materi dapat bersifat kenyataan atau rekaan
  2. Pengembangan materi tidak terkait langsung dengan kurikulum atau kerangka dasarnya
  3. Materi disajikan secara popular atau teknik lain yang inovatif;
  4. Penyajian materi dapat berbentuk deskripsi, eksposisi, argumentasi, narasi, puisi, dialog, dan/atau menggunakan penyajian gambar
  5. Penggunaan media bahasa atau gambar dilakukan secara inovatif dan kreatif.

Menulis Buku pengayaan sangat beragam jenisnya. Buku pengayaan pada Bidang fiksi meliputi antologi puisi, antologi cerpen, novel, roman, dan naskah drama. Pada Bidang nonfiksi meliputi mata pelajaran (IPA, IPS, Humaniora, keterampilan). Agar Anda mudah mengenalnya,

Tiga tips cara mudah menulis buku pengayaan adalah dengan cara menganalisis kompetensi, menyusun kerangka (out line), dan mengembangkannya.

3 Langkah Mudah Menulis Buku Pengayaan

  • Langkah 1: Menganalisis Kompetensi

Setiap jenjang pendidikan (SD, SMP, SMA, MA, SMK) memunyai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD). Semua buku teks ditulis berdasarkan SKKD tersebut. Jika ingin mengetahui wujud SKKD, silakan Anda mem-browsing di google. Anda pasti akan menemukan banyak sekali SKKD. Setelah mengetahui wujud SKKD tersebut, Anda pun dapat menganalisis kompetensi yang Anda sukai. Sebaiknya kompetensi itu mencakup beberapa Kompetensi Dasar sejenis sehingga Anda tidak mengalami kesulitan bahan pengembangan.

  • Langkah 2: Menyusun Kerangka (Out Line)

Kini SKKD dan hasil analisis sudah berada di tangan. Selanjutnya, Anda dapat menggunakan hasil analisis SKKD tersebut untuk menyusun kerangka atau daftar isi (out line). Susunlah sekadar garis besar pola pengembangan calon buku pengayaan yang akan Anda kembangkan. Kerangka buku pengayaan ini berfungsi cukup vital karena menjadi pengarah pengembangan buku. Fungsi kerangka dapat disamakan dengan kompas sebagai penunjuk arah. Namun, kerangka dapat berubah seiring perkembangan kepenulisan.

  • Langkah 3: Mengembangkan Penulisan

Karena sudah memunyai kerangka buku pengayaan, Anda dapat mulai menulis. Penulisan buku pengayaan relatif mudah. Anda dapat memulainya dari semua sisi yang Anda anggap mudah. Anda dapat memulai dari awal (deduktif), tengah, atau akhir. Silakan saja Anda pilih. Yang penting penulisan itu berdasarkan kerangka buku. Sebaiknya Anda memerhatikan ketaatan terhadap ejaan, tanda baca, dan kalimat efektif. Ejaan meliputi pemakaian huruf capital, huruf miring, dan penulisan angka atau bilangan. Tanda baca meliputi 14 (empat belas) tanda baca, yakni tanda titik hingga apostrof (’). Kalimat efektif meliputi pemakaian diksi, struktur kalimat, dan koherensi. Meskipun naskah nantinya tetap disunting editor, sebaiknya Anda tetap memedulikan penulisan agar editor tidak menganggap tulisan tersebut sebagai sekadar tulisan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s