Instrumen Supervisi Akademik

INSTRUMEN PERENCANAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

1. Nama Guru                   : ……………………………..
2. Sekolah                          : ……………………………..
3. Kelas/Semester          : ……………………………..
4. Mata pelajaran            : ……………………………..
5. Standar Kompetensi : ……………………………..
6. Kompetensi Dasar     : ……………………………..
7. Hari tanggal                 : ……………………………..

Instrumen Supervisi Akademik pada Laporan OJL Calon Kepala Sekolah selengkapnya bisa didownload: 2-instrumen-supervisi-akademik

Observasi Guru Junior

KEGIATAN AWAL

  1. Membuka pelajaran dengan salam
  2. Guru memberi apersepsi dan motivasi
  3. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran

KEGIATAN INTI

  1. Guru tampak menguasai materi pembelajaran (materi pembelajaran disampaikan dengan jelas)
  2. Guru mengelola kelas dengan baik
  3. Metode/pendekatan yang digunakan variatif
  4. Guru menggunakan alat bantu/media pembelajaran (alat peraga, peta, OHP, kaset & tape recorder, komputer & LCD, CD interaktif, dsb)
  5. Guru berperan sebagai fasilitator dalam membantu mengatasi kesulitan peseta didik
  6. Guru menggunakan teknik bertanya dengan bahasa yang baik dan benar
  7. Guru mendorong peserta didik untuk memanfaatkan teknologi informasi (komputer, internet)
  8. Peserta didik berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran
  9. Pada kegiatan pembelajaran nampak ada proses : eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi”
  10. Peserta didik tampak ceria dan antusias dalam belajar
  11. Ada penilaian untuk mengetahui pencapaian kompetensi (ketercapaian tujuan pembelajaran)
  12. Pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan RPP
  13. Pembelajaran diselesaikan tepat waktu

KEGIATAN PENUTUP

  1. Guru membimbing peserta didik membuat rangkuman hasil pembelajaran
  2. Guru memberi tugas untuk pertemuan berikutnya

Sebagai panduan silahkan download form berikut :

observasi-guru-junior

LAPORAN HASIL KAJIAN PEMBINAAN TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH

CONTOH LAPORAN HASIL KAJIAN PEMBINAAN TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH

Salah satu tugas Kepala Sekolah adalah memastikan bahwa administrasi sekolah dapat dilaksanakan dengan baik dalam rangka menunjang pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan yang tepat, penyusunan rencana kerja sekolah, pelaksanaan pembelajaran, dan pelaporan kinerja sekolah. Tugas-tugas administrasi tersebut dapat dilaksanakan dengan baik apabila sekolah memiliki Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) yang memenuhi standar, seperti tertuang dalam Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah.

Dalam Permendiknas tersebut ditetapkan bahwa Tenaga Administrasi Sekolah perlu memiliki 4 kompetensi, yaitu: (1) Kompetensi Kepribadian, (2) Kompetensi Sosial, (3) Kompetensi Teknis Administrasi Sekolah, dan (4) Kompetensi Manajerial Ketatausahaan Sekolah. Guna menjamin terselenggaranya administrasi sekolah yang baik Kepala Sekolah harus melakukan pembinaan berkelanjutan kepada tenaga administrasi sekolah melalui berbagai media, kesempatan, dan cara-cara yang simpatik.

Mengkaji pembinaan tenaga administrasi sekolah tempat magang pada kegiatan on the job learning (OJL) bertujuan untuk melatih calon kepala sekolah mengembangkan dimensi kompetensi manajerial khususnya kompetensi mengelola staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal.

Silahkan download contoh berikut sebagai panduan :7-pembinaan-tas